-

Rabu, 04 Februari 2026

Tidak Semanis Madu



Kau datang membawa cahaya
dibungkus senyum dan janji
kata-katamu menetes perlahan
seperti madu di ujung lidah
manis…
namun tak pernah mengenyangkan hati.

Aku meneguknya tanpa ragu
percaya bahwa manis adalah tanda kejujuran
padahal di balik rasanya
ada pahit yang kau sembunyikan
di saku-saku kebohongan.

Setiap malam
aku merapikan harapanku sendiri
sementara kau merapikan dusta
agar terdengar lebih indah
saat diucapkan kembali esok hari.

Kau pandai merangkai kata
menyulam janji hingga tampak suci
namun tak satu pun yang benar-benar tinggal
semuanya singgah
lalu pergi, meninggalkan luka yang rapi.

Kini aku tahu
tidak semua yang manis adalah madu
ada yang hanya gula
larut cepat
dan merusak perlahan.

Aku lelah mencicipi kebohongan
yang selalu kau sebut cinta
jika ini rasa yang kau beri
biarlah aku belajar pahit
daripada terus dibuai manis yang palsu.

Karena hati
bukan tempat menyimpan dusta
dan aku
tak ingin lagi mencintai
sesuatu yang tidak semanis kejujuran.

0 komentar:

Posting Komentar