Di malam yang lelah memeluk sunyi,
kau hadir tanpa suara,
seperti rembulan yang tak pernah meminta langit
untuk mengakui sinarnya.
Kasihmu tidak gemuruh,
selalu mengalir—
selembut cahaya yang menyentuh bumi
tanpa melukai gelap.
Dalam langkahku yang goyah,
kau berdiri di belakangku,
menjadi doa yang tak pernah lelah
menyebut namaku di setiap sujud.
Kau menanam sabar di dadaku,
menyiraminya dengan air mata
yang tak pernah kau pamerkan
pada dunia.
Saat dunia menolakku dengan dingin,
pelukmu adalah rumah
yang selalu terbuka,
tanpa tanya, tanpa syarat.
jika hidup adalah malam panjang,
maka kaulah rembulan itu—
tak pernah padam,
tak pernah pergi,
selalu setia menerangi jalanku
dengan cinta yang paling tulus.
Ibu







0 komentar:
Posting Komentar