-

Rabu, 01 Januari 2020

Bunga



Bunga yang Pernah Mekar
Di suatu pagi yang tak lagi sama,
aku menemukan bunga
tumbuh diam di sudut ingatan.
Warnanya tak berteriak,
namun wanginya cukup
untuk memanggil namamu
tanpa suara.

Kau pernah hadir
seperti musim yang tahu caranya tinggal.
Tak tergesa,
tak menjanjikan keabadian,
namun cukup lama
untuk mengajari hatiku
apa arti pulang.

Bunga itu dulu kau rawat
dengan sabar yang tak pernah kau pamerkan.
Kau percaya,
segala yang dirawat dengan cinta
tak harus selamanya dimiliki.
Ia hanya perlu tumbuh,
lalu mengajarkan kehilangan
dengan cara paling lembut.

Kini aku berdiri sendiri
di depan kelopaknya yang gugur.
Bukan untuk meratap,
melainkan mengingat
bahwa pernah ada seseorang
yang membuat hidupku
berani berbunga.

Jika suatu hari angin bertanya
mengapa aku masih tersenyum
saat kenangan menyakitkan,
akan kujawab pelan:
karena bunga tak pernah menyesal
pernah mekar,
meski akhirnya layu.

Dan kau—
adalah bunga itu.
Yang tak lagi hadir di genggamanku,
namun selamanya hidup
di taman paling dalam
di dadaku.

0 komentar:

Posting Komentar